Category Archives: Editorial

Sebelas Penonton Paling Menyebalkan Di Bioskop

Penonton Menyebalkan

Bagi seorang pecinta film, kegiatan menonton film adalah sesuatu yang sangat sakral karena bagi saya, film adalah tempat keajaiban-keajaiban terjadi. Kesakralan menonton film bioskop ini sesuai kata-kata dari Joni si pengantar roll film dari film Janji Joni (2005) yang mengatakan “film adalah anugerah seni terbesar yang pernah dimiliki manusia”. Tapi saat ini, Joni akan sangat kecewa kalau melihat masih banyak penonton film yang ugal-ugalan selama menonton film.

Perilaku manusia memang sangat susah untuk diatur, oleh karena itu dibuatlah aturan dan norma agar timbul sebuah keteraturan. Hal itulah yang dilakukan pihak bioskop sebelum memutar filmnya. aturan-aturan itu seperti; tidak mengobrol, tidak merokok, tidak menaikan kaki dll. Meskipun aturan telah dibuat tapi masih saja kita melihat ada penonton yang melakukan hal yang menyebalkan dan menyalahi tersebut.

Berdasarkan kegelisahan saya yang selama menonton film di bioskop selalu terjadi hal-hal yang menyebalkan, akhirnya saya memberanikan diri untuk membuat list penonton yang menyebalkan ini. Kalau kalian adalah salah satu dari penonton yang ada di bawah ini di mohon untuk segera berubah.

Continue reading Sebelas Penonton Paling Menyebalkan Di Bioskop

Segera Kembalikan Spider-Man kepada Marvel

credits: moviepilot.com

Spider-Man adalah salah satu bagian terbaik yang pernah dimiliki oleh Marvel. Ketika Marvel melepas hak kepemilikan untuk difilmkan untuk Spider-Man kepada Sony, hal itu bukanlah sebuah kesalahan karena treatment yang diberikan Sony kepada Spider-Man sangat bagus pada awalnya. Kita melihat bagaimana “Spider-Man” dan “Spider-Man 2” ketika diperankan oleh Tobey Maguire sangatlah bagus. “Spider-Man 2” bahkan banyak yang menyebut sebagai Seri Spider-Man terbaik yang pernah dibuat filmnya.

Masalah terjadi ketika “Spider-Man 3” muncul. Hal itu karena pada “Spider-Man 3”, Sony melakukan banyak kekonyolan seperti tokoh Peter Parker yang joget-joget seperti kebanyakan makan jamur, terlalu konflik drama antara Peter Parker-Gwen Stacy-Mary Jane dan yang paling fatal adalah membuat musuh abadi Spider-Man yaitu Venom tidak mengalami perkembangan dalam karakter yang harusnya digambarkan sangatlah kuat dan jahat. Hal ini membuat penonton Spider-Man kecewa dan mulai mengejek-ejek “Spider-Man 3”. Kekecewaan penonton inilah yang akhirnya membuat Sony menghentikan seri Spider-Man yang diperankan oleh Tobey Maguire dan melakukan reboot beberapa tahun setelahnya.

Reboot Spider-man pada tahun 2012 dengan judul “The Amazing Spider-Man” awalnya mendapatkan apresiasi yang bagus dari penonton film. Bahkan banyak yang memuji karakter Spider-man yang diperankan oleh Andrew Garfield ini sebagai karakter Spider-Man yang sama seperti komiknya baik itu postur Andrew Garfield maupun lemparan Jokes-nya sepanjang film. “The Amazing Spider-Man” sukses dipasaran, ratusan juta dollar berhasil diraup Sony saat itu.

Meskipun untung besar, film “The Amazing Spider-Man” tidak memuaskan penonton film terutama pecinta komiknya karena ceritanya yang biasa saja. Bisa dibilang, penonton puas dengan karakter Spider-Man di “The Amazing Spider-Man” namun tidak menyukai bagaimana cerita filmnya berjalan. Hal ini membuat para fans Spider-Man akhirnya berteriak agar Sony mengembalikan Spider-Man kepada pemilik aslinya yaitu Marvel.

Dalam banyak hal, saya setuju apabila Sony mengembalikan hak kepemilikan Spider-Man kepada Marvel. Hal itu bisa dilihat dari beberapa hal seperti:

Continue reading Segera Kembalikan Spider-Man kepada Marvel