Project Almanac: Not Really a Science Fiction Movie

culthub.com

Judul film: Project Almanac

Sutradara: Dean Israelite

Genre: Science-Fiction  dan Thriller

Release date: 30 Januari 2015

Theater: XXI, Blitzmegaplex dan Cinemaxx

Sebelum memulai, baiknya saya jelaskan sedikit perbedaan dari genre Fantasy dan genre Science Fiction. Perbedaan yang cukup jelas antara dua genre tersebut adalah tentang kemungkinan. Kalau film ber-genre Fantasy sudah pasti tidak mungkin terjadi ataupun dilakukan oleh manusia. Tapi kalau Science Fiction, segala apa yang terjadi di film masih mungkin dilakukan oleh manusia.

Akhir-akhir ini banyak penonton menyukai hal-hal berbau Science di film yang mereka tonton. Tidak sedikit yang membicarakan hingga berdebat “mengapa bisa begini?” “mengapa bisa begitu?” di film-film ber-genre Science Fiction. Film-film Science Fiction yang sukses jadi pembicaraan itu seperti; Looper (2012), Inception (2010), Predestination (2014), Interstellar (2014) dll. Ketertarikan orang-orang awan untuk mengerti hal-hal berbau Science Fiction saat ini dilirik oleh sutradara sebesar Michael Bay, yang kemudian menjadi produser dari film Project Almanac. Pertanyaan besarnya adalah mampukah Bay membuat Project Almanac menjadi film ber-genre Science Fiction yang mampu jadi pembicaraan seperti film-film di atas? Coba kita lihat.

To fix the past, would you risk your future? (Project Almanac)

Cerita

Project Almanac diawali ketika seorang remaja bernama David Raskin (Jonny Weston) menemukan rekaman dirinya pada sebuah kamera yang ia temukan di gudang bersama dengan adiknya Christina Raskin (Virginia Gardner). Ternyata rekaman itu adalah dirinya di masa lalu ketika ulang tahun adiknya yang masih kecil. Rekaman ini begitu mengejutkan David karena di rekaman tersebut terdapat dirinya yang remaja bukan kecil seperti adiknya. Kemudian, David dan Christina memanggil teman-teman akrabnya yaitu Quinn (Sam Lerner) dan Adam (Allen Evangelista) untuk memecahkan misteri ini.

Akhirnya David dan teman-temanya menemukan sesuatu yang mencurigakan di garasi rumah David yaitu sebuah peti yang isinya adalah sebuah prototype penemuan yang dibuat oleh ayah David di masa lalu yaitu sebuah mesin waktu yang bernama Project Almanac. Selama berusaha untuk merakit Project Almanac, David berkenalan dengan Jessie (Sofia Black-D’Elia). David membuat Jessie bergabung dengan mereka untuk melakukan eksperimen Project Almanac bersama-sama. Berbagai macam kegagalan dan revisi pada Project Almanac mereka alami, hingga akhirnya Project Almanac sukses menjadi sebuah mesin waktu untuk kembali ke masa lalu. Mereka berlima kemudian berjanji untuk menggunakan Project Almanac bersama-sama dan menggunakan untuk hal-hal yang menyenangkan.

Kejadian menjadi berubah chaos ketika David menggunakan Project Almanac sendirian dan menggunakan Project Almanac untuk kepentingannya sendiri. Setiap David menggunakan Project Alamanac dan mencoba untuk mengubah masa lalu, ada hal yang begitu mengerikan dan tidak ia harapkan terjadi di masa sekarang. Kejadian-kejadian mengerikan akibat penggunaan Project Almanac secara terus menerus membuat David harus mencari akal bagaimana cara membuat semua keadaan normal kembali.

Opini

Kalau melihat produsernya ada nama Michael Bay terus berharap ada efek ledak-ledakan, lebih baik menghindari nonton Project Almanac, karena ledakan yang ada pun sangat sedikit tidak seperti film-film Michael Bay bahkan sangat minim action sepanjang filmnya. Meski tanpa banyak ledakan, Project Almanac tetap seru untuk ditonton karena alur ceritanya sangat seru untuk diikuti yaitu maju dan mundur aliran waktu akibat penggunaan Project Almanac dan efek dari penggunaan mesin tersebut.

Karakter dalam Project Alamanac sendiri hanya berkisar di kehidupan David Raskin, yang melakukan lompatan-lompatan waktu secara sembarang ke masa lalu, namun tokoh David sendiri tidaklah begitu memorable bagi penonton, karena tidak ada pengembangan karakter David di Project Alamanac secara baik. Padahal ada peluang untuk membuat memorable yaitu ketika David memulai dengan isu-isu besar yang tidak hanya selalu tentang dirinya sendiri seperti; menyelamatkan dunia dengan Project Almanac yang ia buat atau ada organisasi rahasia dan pemerintah yang berniat untuk merebut Project Almanac, tapi pembuat film Project Almanac sayangnya malah memfokuskan kepada kehidupan David dan lingkungan sekitarnya. Sangat disayangkan sebenarnya bahwa Project Almanac berpotensi menjadi film bagus dan besar apabila isu yang dihadirkan di film ini adalah tentang penyelamatan dunia dan organisasi-organisasi pemerintah/rahasia ikut serta di dalamnya. Hal itu akan memperkuat dan mengembangkan karakter hero dan protagonis yang dimiliki David daripada menjadi film biasa-biasa saja seperti yang Project Almanac hadirkan.

flickeringmyth.com

Hal yang membedakan antara Project Almanac dengan film Science Fiction lainnya adalah penggunaan found footage dalam pengambilan gambarnya. Found footage sebenarnya dibuat agar penonton merasakan atmosfir langsung dari sebuah film dan ikut serta di dalamnya. Found footage ini digunakan juga pada film Cloverfield (2008) dan Chronicle (2012). Kelemahan dari pengambilan gambar found footage ini adalah penonton bisa pusing karena ketidakstabilan dari pengambilan gambarnya dan hal ini juga terjadi dalam Project Almanac yang sangat memusingkan ketika ditonton. Saya sendiri berpendapat penggunaan found footage di film ini sebenarnya tidak terlalu diperlukan kalau melihat alur ceritanya tapi kebutuhan dalam membuat penggunaan lintas waktu membuatnya menarik karena kita dapat melihat kejadian terdahulu melalui sebuah kamera apalagi cerita awalnya dikembangkan dari penemuan gambar di sebuah kamera.

Project Almanac sendiri memiliki fondasi Science  Fiction yang sangat kuat, karena di sini ada unsur masuk akal dan dapat dilakukan dalam filmnya. Hal itu terlihat dari usaha Project Almanac membuat lompatan waktu se-real mungkin yaitu dengan menggunakan mesin waktu yang dibuat oleh David. Lihat bagaimana usaha David dalam membuat mesin waktu dengan menggunakan bahan-bahan yang bisa dengan mudah didapatkan untuk dibuat menjadi sebuah mesin, mulai dari; cairan hidrogen, mesin Xbox hingga aki mobil. Namun, di sini jugalah letak kekurangan Project Almanac, karena film ini tidak ada penjelasan ilmiahnya seperti; “mengapa harus menggunakan hidrogen?”, bagaimana upgrade mesin Project Almanac hingga bisa melompati waktu yang awalnya cuma dua jam ke belakang hingga menjadi belasan tahun ke belakang. Pada bagian inilah yang tidak di-explore mendalam di Project Almanac, sehingga tidak meninggalkan ruang diskusi setelah film berakhir. Penonton menjadi tidak bisa berdiskusi karena penjelasan ilmiah pada Project Almanac sangatlah sedikit. Meskipun begitu, saya sangat menyukai bagian ketika David dan teman-temannya membuat dan merakit mesin waktu dalam Project Almanac.

Permasalahan Science Fiction yang tidak kuat di Project Almanac membuat film ini terkesan sangat “tanggung”, padahal seperti dijelaskan di atas film ini memiliki potensi ruang diskusi karena alat-alat yang digunakan untuk membuat mesin waktu yang sangat realistis. Dalam setiap film yang ada kisah melintasi waktu,  film-film itu sangat sesuai dengan Teori Butterfly Effect Singkatnya, Teori Butterfly Effect adalah apabila kita mengubah sesuatu di masa lalu maka keadaan waktu di masa depan akan ikut berubah. Teori ini ada di film-film seperti Edge of Tomorrow (2014), About Time (2013) dan Deja Vu(2006). Hal inilah yang menarik di Project Almanac karena film-film di atas miliki adalah kemustahilan dalam melintasi waktu. misalkan; dalam Deja Vu menggunakan alat canggih untuk kembali ke masa lalu, Edge of Tomorrow yang mengharuskan pengendali waktunya untuk mati sebelum kembali ke masa lalu, dan about time yang cukup memejamkan mata saja. Hal inilah yang menutup ruang diskusi film-film Science Fiction di atas karena tidak adanya penjelasan ilmiah di dalamnya dan menjadikannya penuh dengan kemustahilan. Menariknya, Project Almanac hadir dengan realitas ilmiah bahwa mesin waktu bisa dibuat, tapi sayangnya mesin waktu dan tema tentang melintasi waktu hanyalah sumpalan saja karena fokus dalam Project Almanac yang ingin memperkuat alur ceritanya saja yang memperkuat teori Butterfly Effect seperti film lainnya padahal ada hal menarik seperti cara kerja mesin waktu yang bisa di-explore dengan sangat mendalam karena sangat ilmiah dalam penciptaannya. Sangat disayangkan Project Almanac tidak mencapai potensi maksimal tersebut. Seharusnya Project Almanac meniru Inception (2010) yang menjelaskan dengan detail bagaimana cara kerja memasuki alam mimpi seseorang dengan cara yang cukup realistis yaitu dengan menggunakan obat bius kemudian memasukan ide ke dalam mimpi orang tersebut tetap dengan menggunaan teori juga namun berbeda yaitu teori Lucid Dream (teori tentang bagaimana mengendalikan kesadaran di alam mimpi.

horrornews.net

Saya heran dengan Project Almanac, film ini berpotensi kuat untuk menjadi sebuah Science Fiction yang menarik tapi mengapa menggunakan kisah anak remaja sebagai bagian dasar ceritanya, mengapa tidak mengambil karakter sekumpulan orang dewasa universitas saja, sehingga membuat film ini terasa begitu mature. Saya melihat hal ini sebagai pengekor kesuksesan, karena kita semua tahu bagaimana suksesnya film-film yang menggunakan setting remaja seperti The Hunger Games series (2012-2015) dan Divergent series (2014-2017), tapi baik The Hunger Games maupun Divergent adalah film dengan genre Dystopia bukan Science Fiction seperti Project Almanac. Seharusnya Project Almanac dibuat dengan formula yang sama seperti Chronicle, sebuah film Science Fiction yang juga menggunakan found footage atau Super 8 (2011) karya Steven Spielberg. Bedanya baik, Chronicle maupun Super 8 memiliki penjelasan ilmiah dan membuka ruang diskusi bagi penontonnya, tidak seperti yang Project Almanac lakukan yang lebih fokus ke kehidupan remaja tanpa menguatkan sisi ilmiah di filmnya.

Seperti halnya film-film remaja, Project Almanac tidak hanya bercerita tentang mesin waktu tapi juga tentang kegilaan yang dilakukan remaja seperti berpesta dan menonton konser, yah kegilaan yang dilakukan oleh David dan teman-temannya adalah dengan menggunakan Project Almanac. Kisah remaja yang penuh cinta juga diselipkan di film ini yaitu hubungan penuh cinta antara David dengan Ellie. Kehidupan remaja ini yang sepertinya dibidik oleh Project Almanac sebagai target pasar mereka tapi malah melupakan sisi terbaik yang Project Almanac miliki yaitu sisi Science-fiction yang begitu besar potensinya tapi malah tidak digali maksimal.

Kesimpulan.

Project Almanac menjadi film found footage yang cukup menyenangkan bagi penonton yang tidak mau berpikir panjang dan mendalam, meskipun ini adalah film Science Fiction yang seharusnya membuat mengajak penonton untuk berpikir sedikit dalam. Hal lainnya, Project Almanac terlalu banyak menguatkan sisi kehidupan remaja daripada Science Fiction yang membuat film ini terasa begitu tidak maksimal dalam penggarapan sisi Science Fiction-nya. Tidak ada hal yang menarik di film ini selain bagaimana mesin waktu bernama Project Almanac ini dibuat karena begitu realistisnya alat-alat yang digunakan.

Sekali lagi, Project Almanac memiliki potensi untuk menjadi film bagus dan luar biasa tapi film ini memilih untuk menjadi biasa-biasa saja karena tidak berhasil mengeluarkan kekuatan Science Fiction yang seharusnya bisa menjadi luar biasa tanpa harus memfokuskan pada kehidupan remaja. Project Almanac sangat mengecewakan dan gagal menyamai film-film Science Fiction yang sukses menjadi pembicaraan masyarakat. Bay sekali lagi gagal. Sorry, Michael Bay.

Score: 7 of 10.

PS: Datang ke bioskop berharap film Science Fiction malah dikasih film cinta-cinta remaja membuat saya merasa tertipu. Kalo ada Project Almanac sekarang, saya akan menggunakan mesin tersebut dan memilih untuk tidak menonton. Sebal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s