Foxcatcher: Pride, Glory and Recognition

badassdigest.com

Judul film: Foxcatcher

Sutradara: Bennett Miller

Genre: Biography, Drama, Sport

Release date: 28 Januari 2015 (Indonesia)

Theater: Blitzmegaplex dan Cinemaxx

A coach is the father. A coach is a mentor. A coach has great power on athlete’s life. (Foxcatcher)

Apa yang kalian ketahui tentang gulat? Mungkin bagi kebanyakan orang Indonesia akan menjawab; gulat adalah smekdon. Yah smekdon selalu diasosiasikan sebagai gulat di Indonesia. smekdon atau kemudian saya akan sebut sebagai WWE (World Wrestling Entertainment) sudah mendapat cap negatif di Indonesia karena banyaknya anak-anak yang meninggal karena bermain gulat ala WWE ini. Bahkan ketika WWE sudah tidak beredar secara luas di Indonesia, beberapa media di Indonesia masih menggunakan kata smekdon sebagai asosiasi ketika ada anak kecil yang meninggal karena berantem sama temannya.

WWE sendiri memang benar sebuah program acara gulat tapi tidak beneran juga bertarungnya seperti UFC (The Ultimate Fighting Championship) karena WWE menggunakan script dimana setiap hasil dan gerakan gulatnya sudah diatur. Banyak pegulat WWE yang mengawali karirnya sebagai seorang pegulat tradisional seperti Kurt Angle dan Jack Swagger. Bahkan Kurt Angle adalah peraih medali emas untuk cabang gulat pada olimpide Atlanta tahun 1996.

Salah satu orang yang melatih Kurt Angle adalah Dave Schultz. Seorang pelatih gulat profesional di Amerika Serikat yang bergabung dan melatih pegulat-pegulat Amerika Serikat di Team Foxcatcher Wrestling. Kisah tentang Team Foxcather Wrestling dibuat dengan judul Foxcatcher dan masuk menjadi nominasi oscars pada tahun 2015. Mampukah Foxcatcher mengikuti jejak “Jerry Maguire” (2006), “Million Dollar Baby” (2004), “Rocky” (1976), “The Blind Side” (2009) yang menyabet banyak penghargaan di Oscars? Kita lihat saja.

Cerita

Cerita Foxcatcher dimulai ketika juara olimpiade gulat bernama Mark Schultz (Channing Tatum) mendapat telefon dari seorang milyarder Amerika Serikat bernama John E. du Pont (Steve Carell). du Pont mengajak Mark untuk bergabung dengan Team Foxcatcher Wrestling yang dimiliki oleh du Pont. Ajakan du Pont ini kemudian diiyakan oleh Mark. Namun, du Pont tidak hanya tertarik kepada Mark tapi juga kepada kakak Mark yaitu Dave Schultz (Mark Ruffalo). Tawaran dari du Pont sayangnya ditolak oleh Dave. Dibawah asuhan du Pont, Mark terjebak dengan hal-hal yang berbahaya bagi karirnya sebagai atlet profesional seperti menghisap heroin dan meminum alkohol meskipun pada saat itu Mark tetap memenangkan kejuaraan gulat.

Mark, we as a nation has failed to honor you. I want to see this country soar again. (Foxcatcher)

Konflik mulai berdatangan ketika du Pont berhasil mendatangkan Dave ke Foxcatcher. Kedatangan Dave disambut tidak baik oleh Mark yang menganggap kalau dirinya bisa memenangkan kejuaraan tanpa Mark. Kehadiran Dave juga memicu konflik dengan du Pont yang perlahan-lahan kepemimpinan du Pont di Foxcatcher diambil alih Dave dan seringnya du Pont dan Dave bersilang pendapat ketika menghadapi Mark yang selalu berulah dan menolak untuk dinasehati.

Opini

Salute! untuk Steve Carell yang berhasil bertransformasi menjadi karakter yang sangat berbeda dari biasanya yang selalu berperan sebagai komedian. Saya penggemar berat Carell melalui serial TV “The Office” (2005-2013) dimana Carell berperan sebagai bos yang sangat lucu dan menyebalkan.  Di Foxcatcher, Carell bermain sangat serius dan saya sangat terbawa dengan emosi yang Carell hadirkan di Foxcatcher bahkan saya cukup kaget melihat betapa seriusnya Carell di sini. Carell telah berhasil membuktikan pada semua orang kalau ia tidak hanya bisa bermain di film-film yang lucu tapi juga bisa melakukan di film yang sangat serius yaitu Foxcatcher. Akting serius Carell diperlihatkan salah satunya ketika du Pont menawarkan kepada Mark untuk bergabung di Foxcatcher. Pada saat itu di pekarangannya bersama Mark, du Pont berkata bahwa ia ingin membawa Amerika Serikat berjaya di dunia, du Pont melakukan dialog itu dengan muka penuh impian dan harapan layaknya nasionalis sejati. Gesture dan emosional du Pont pun sukses Carell bawakan seperti; kegalauan dan keputusasaan du Pont karena tidak pernah dianggap oleh keluarganya, kemarahannya ketika Mark berhenti untuk berbicara dengan du Pont hingga emosinya ketika melihat tank pesanannya tidak ada senjata di atasnya. Tidak heran kalau Carell sangat pantas masuk dalam nominasi oscars tahun 2015 ini.

“Mark, you have been living in your brother’s shadow your entire life. It’s time. It’s your time now. (Foxcatcher)”

Satu hal yang sangat menarik adalah bagaimana Foxcatcher sangat sukses menyatukan chemistry assemble cast-nya yaitu Tatum, Carell dan Ruffalo. Mereka bertiga sukses dalam menyatukan emosional di Foxcatcher. Keindahan interaksi antar ketiganya melalui emosi, gesture dan kekuatan dialog, membuat penonton berhasil menangkap konflik yang ada di Foxcatcher. Inilah salah satu titik terkuat sekaligus nyawa dari Foxcatcher yaitu memiliki cast yang sukses tidak hanya memerankan karakternya tapi juga berhasil memainkan emosi penonton dengan kekuatan akting yang luar biasa sepanjang film.

Selain Carell, ada Ruffalo yang meskipun hanya supporting cast di Foxcatcher namun sukses menjadi soul dari Foxcatcher itu sendiri. Kehadiran Ruffalo juga membuat akting Tatum menjadi lebih bagus. Ruffalo adalah kunci kekuatan emosional dari Foxcatcher. Penonton sudah pasti terbawa dengan akting luar biasa dan penuh emosional Ruffalo ketika Dave selalu menasehati Mark dalam setiap pertarungan gulatnya juga, ketika Dave berusaha keras untuk mengerti keadaan Mark yang luar biasa sedih karena Mark kalah dalam pertandingan dan selalu diabaikan oleh sekelilingnya. Perhatikan akting yang luar biasa Ruffalo ketika Dave sukses mendorong Mark untuk menurunkan berat badannya agar Mark tidak terdiskualifikasi dari kompetisi.

My favorite scene di Foxcatcher adalah ketika Dave memeluk Mark di hotel setelah Mark kalah dalam pertandingan. adegan pelukan kakak dan adik ini membuat saya haru karena saya bisa merasakan rasanya dicintai oleh keluarga, karena apapun yang terjadi, satu-satunya orang yang mengerti diri kita adalah keluarga kita dan pada saat itu Dave adalah satu-satunya keluarga yang Mark miliki.

mkefilm.org

Alur cerita Foxcatcher memang sangat lambat dan diperlukan fokus untuk menontonnya. Meskipun begitu Foxcatcher sangat enak untuk diikuti sampai habis karena ada akting yang sangat menawan dari Carell, Ruffalo dan Tatum. Selain alurnya yang lambat tapi enak untuk diikuti Foxcatcher benar-benar menjadi film tentang biografi dan sports. Kita bisa melihat perjalanan hidup ketiga karakter utamanya yaitu Schultz bersaudara dan du Pont sendiri. Juga, kita bisa melihat hal-hal yang biasa terjadi di film sports di Foxcatcher seperti integritas pada pekerjaan seperti yang dilakukan oleh Schultz bersaudara pada gulat. “From zero to hero moment” ketika Mark berusaha membuktikan kalau dirinya adalah seorang juara dan tidak hanya Mark yang berusaha memiliki from zero to hero moment ini, tapi juga ada du Pont yang ingin dianggap oleh keluarganya sebagai seorang hero. Hal ini karena du Pont selalu diremehkan oleh keluarganya dan dianggap olahraga gulat yang du Pont tekuni adalah sesuatu yang “low” di mata keluarga du Pont yang bangsawan yang memilih untuk mengembangkan olahraga yang memiliki pride yang tinggi yaitu olahraga berkuda.

Hal menarik lainnya adalah Foxcatcher menangkap trend olahraga yang terjadi saat ini yaitu kepemilikan klub olahraga karena bisnis. Trend yang terjadi ini adalah karena olahraga adalah industri yang cukup menjanjikan keuntungan yang besar sehingga muncullah para orang kaya yang tiba-tiba mengakuisisi sebuah klub olahraga. Orang-orang kaya ini sebagian ada yang benar-benar mencintai olahraga seperti du Pont ,melalui Foxcather miliknya, tapi sisanya juga ada yang murni hanya untuk bisnis. Kita melihat Roman Abramovich yang mengakuisisi Chelsea tahun 2003, Malcolm Glazer yang mengambil klub Inggris Manchester United dan klub baseball NFL (National Football League) Tampa Bay Buccaneers juga tidak ketinggalan pengusaha Indonesia yang menancapkan kuku bisnisnya di industri olahraga yaitu Erick Thohir yang sempat memiliki klub basket NBA Philadelpia 76ers dan saat ini memiliki dua klub sepakbola di Amerika Serikat dan Italia yaitu D.C. United dan Inter Milan.

Memang du Pont tidak mengakusisi klub olahraga tapi dia membuat Foxcatcher sejak awal tapi apa yang dilakukan du Pont sama saja dengan para milyarder ini lakukan yaitu mencari pembuktian diri dari apa yang mereka lakukan. Mungkin mereka tidak mencintai olahraga seperti yang du Pont lakukan kepada gulat tapi yang milyarder ini lakukan tetaplah sama seperti du Pont yaitu mencari glory dan recognition di publik selain juga gemilang uang yang mengalir di industri olahraga. Pada point inilah film Foxcatcher cukup berhasil menangkap trend yang berkembang di olahraga saat ini untuk menjadi suatu tontonan yang menarik di publik sekaligus menyadarkan publik bahwa olahraga tidak hanya tentang integritas, “from zero to hero moment” dll tapi juga tentang glory and recognition  dan pastinya tentang uang yang melimpah.

Kesimpulan.

Foxcatcher adalah film yang sangat menarik untuk ditonton bagi penikmat film-film sport dan biografi karena film ini adalah kisah nyata tentang orang-orang dibalik gemerlap dalam setiap kemenangan di kejuaraan olahraga. Kekuatan akting Carell, Tatum dan Raffalo sangat luar biasa di film ini. Ketiganya sukses menggabungkan kekuatan aktingnya dan membuat emosi dalam konflik-konflik yang ada dalam Foxcatcher menjadi sangat nyata dirasakan oleh penonton. Selain itu, Foxcatcher juga menangkap trend yang terjadi sekarang di dunia olahraga yaitu para milyader yang mengeluarkan dana besar -besaran untuk klub-klub olahraga seperti yang du Pont lakukan di Foxcatcher. Foxcatcher sangat luar biasa dan sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Score: 8 of 10

PS: Badan seger, mood enak, pilih posisi duduk yang nyaman, jangan lupa beli minum sama makanan karena fokus adalah yang terpenting dalam menonton Foxcatcher.

PS1: GULAT GAK CUMAN SMEKDON DOANG KALEEEEE

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s