Segera Kembalikan Spider-Man kepada Marvel

credits: moviepilot.com

Spider-Man adalah salah satu bagian terbaik yang pernah dimiliki oleh Marvel. Ketika Marvel melepas hak kepemilikan untuk difilmkan untuk Spider-Man kepada Sony, hal itu bukanlah sebuah kesalahan karena treatment yang diberikan Sony kepada Spider-Man sangat bagus pada awalnya. Kita melihat bagaimana “Spider-Man” dan “Spider-Man 2” ketika diperankan oleh Tobey Maguire sangatlah bagus. “Spider-Man 2” bahkan banyak yang menyebut sebagai Seri Spider-Man terbaik yang pernah dibuat filmnya.

Masalah terjadi ketika “Spider-Man 3” muncul. Hal itu karena pada “Spider-Man 3”, Sony melakukan banyak kekonyolan seperti tokoh Peter Parker yang joget-joget seperti kebanyakan makan jamur, terlalu konflik drama antara Peter Parker-Gwen Stacy-Mary Jane dan yang paling fatal adalah membuat musuh abadi Spider-Man yaitu Venom tidak mengalami perkembangan dalam karakter yang harusnya digambarkan sangatlah kuat dan jahat. Hal ini membuat penonton Spider-Man kecewa dan mulai mengejek-ejek “Spider-Man 3”. Kekecewaan penonton inilah yang akhirnya membuat Sony menghentikan seri Spider-Man yang diperankan oleh Tobey Maguire dan melakukan reboot beberapa tahun setelahnya.

Reboot Spider-man pada tahun 2012 dengan judul “The Amazing Spider-Man” awalnya mendapatkan apresiasi yang bagus dari penonton film. Bahkan banyak yang memuji karakter Spider-man yang diperankan oleh Andrew Garfield ini sebagai karakter Spider-Man yang sama seperti komiknya baik itu postur Andrew Garfield maupun lemparan Jokes-nya sepanjang film. “The Amazing Spider-Man” sukses dipasaran, ratusan juta dollar berhasil diraup Sony saat itu.

Meskipun untung besar, film “The Amazing Spider-Man” tidak memuaskan penonton film terutama pecinta komiknya karena ceritanya yang biasa saja. Bisa dibilang, penonton puas dengan karakter Spider-Man di “The Amazing Spider-Man” namun tidak menyukai bagaimana cerita filmnya berjalan. Hal ini membuat para fans Spider-Man akhirnya berteriak agar Sony mengembalikan Spider-Man kepada pemilik aslinya yaitu Marvel.

Dalam banyak hal, saya setuju apabila Sony mengembalikan hak kepemilikan Spider-Man kepada Marvel. Hal itu bisa dilihat dari beberapa hal seperti:

1.  Spider-Man adalah salah satu karakter penting dalam Marvel Cinematic Universe fase ke 3. 

Tell me people, who want to see Spider-Man in The Avengers movie? Semua orang pasti akan berteriak ‘yaaaaa’ secara bersamaan. Spider-Man adalah tokoh penting dalam The Avengers karena berkali-kali ikut bergabung dan berperang melawan musuh-musuh The Avengers di dalam komiknya. Ketika Marvel mengumumkan judul “Captain America: Civil war” semua orang berteriak ‘yeahh! inilah yang kami inginkan’.

Well, kita semua tahu isu “Civil War” dalam komik Marvel sangatlah menarik karena melibatkan peperangan antar superhero yang terpecah dalam dua pihak. Pihak yang dipimpin oleh Captain America melawan pihak yang diketuai oleh Tony Stark (Iron Man). Kehadiran Spider-Man pada isu “Civil War” sangatlah penting karena akhirnya Spider-Man membuka jati dirinya kepada publik bahwa dia adalah Peter Parker. Dalam “Civil War”, Spider-Man berpihak pada Tony Stark pada awalnya namun, kemudian berganti sisi dengan mengikuti kepemimpinan Captain America.

Begitu penting peran Spider-Man dalam isu “Civil War” membuat sudah seharusnya Spider-Man hadir dalam film “Captain America: Civil War” pada tahun 2016 nanti. ‘Just do it Marvel! Make it happen please!!’  

2. Tidak becusnya Sony memperlakukan Spider-Man.

Ada beberapa studio yang jadikan tempat penitipan superhero oleh Marvel. Selain Sony yang memiliki Spider-Man, ada juga Fox yang juga dititipkan X-Men dan Fantastic Four oleh Marvel. Treatment yang dilakukan Sony dan Fox kepada karakter-karakter titipan Marvel ini sangatlah berbeda. Fox sukses melakukan soft reboot dengan membuat “X-Men: First Class” dan “X-Men: Days of Future Past” yaitu dengan menempatkan kembali karakter-karakter utama X-Men dengan timeline dan aktor yang berbeda dari sebelumnya.

Sony juga melakukan hal yang cukup mirip dengan Fox yaitu dengan menyegarkan karakter dan cerita Spider-Man dalam “The Amazing Spider-Man” dan “The Amazing Spider-Man 2” namun, ‘oh my god’ baik “The Amazing Spider-Man” juga sequel-nya ini seperti layaknya sebuah film drama daripada film superhero. Memang benar “The Amazing Spider-man” dan film lanjutannya sangatlah sukses namun, ini seperti menonton film percintaan remaja antara Peter parker dan Gwen Stacy daripada film aksi jagoan yang memberantas musuhnya. Besarnya porsi drama dalam “The Amazing Spider-Man” dan sequel-nya adalah kesalahan Sony yang fatal. Saya berpendapat kesuksesan secara finansial yang Sony dapatkan dalam “The Amazing Spider-Man” dan kelanjutannya adalah karena nama besar Spider-Man bukan karena bagusnya film tersebut dibuat oleh Sony. Hufh.

Apabila dibandingkan dengan “X-Men: First Class” dan “X-Men: Days of Future Past” yang buat oleh Fox, dari segi kekuatan cerita “The Amazing Spider-Man” dan sequel-nya yang dibuat oleh Sony sangat kalah jauh. Dua hal ini seperti melihat film superhero dengan film drama remaja padahal baik Spider-Man dan X-Men adalah film bertema superhero bukan film drama seperti “500 Days of Summer”. Ups.

Hal yang menyedihkan dalam “The Amazing Spider-Man” dan sequel-nya adalah pengembangan karakter musuh yang tidak kuat. Karakter musuh yang dihadirkan antara “X-Men: First Class” dan “X-Men: Days of Future Past” dibandingkan “The Amazing Spider-Man” dan sequel-nya sangatlah kalah jauh. Ini belum berbicara dengan DC yang konon katanya memiliki musuh-musuh yang sangat menarik. ‘you got my money Nolan’. “The Amazing Spider-Man” dan sequel-nya membawa Green Goblin, Lizard dan Elektro sebagai super villain . Musuhnya Spider-Man sendiri sangat-sangat biasa dan tidak ada begitu memorable dan memiliki hal yang menarik dalam karakternya, ‘mungkin Marc Webb sibuk sama 500 Days of Spider-nya’.  Sementara, Fox memiliki cerita dan kedalaman karakter musuh yang cukup complex di dalam filmnya. Lihat bagaimana transformasi Magneto menjadi super villain dalam “X-Men: First Class” serta kuatnya penggambaran musuh yaitu kumpulan robot-robot Sentinel yang seakan-akan tidak bisa dikalahkan juga karakter Dr. Bolivar Trask yang jahat dalam “X-Men: Days of Future Past”. Dalam hal penggambaran musuh di atas, Sony kalah jauh dibanding Fox dalam hal ini.

Sony dan Fox bukanlah tanpa kegagalan. Kita #menolaklupa ketika Sony melakukan kehancuran di “Spider-Man 3” dan Fox yang membuat brutal mess-up ketika membuat “X-Men: The Last Stand”. Menurut saya dua film itu hancurnya luar biasa. Sayapun malas menonton lagi bahkan untuk mengingat kedua film tersebut. argh. Padahal baik Sony dan Fox memiliki cerita manis di “Spider-Man 2” dengan musuh Doctor Octopus dan cerita yang bagus pada “X-Men: X2”. Tapi dalam hal melakukan reboot, Fox berhasil membayar kegagalan dalam film sebelumnya sementara Sony belum juga melakukan perbaikan krusial.

By the way, Fox masih memiliki dosa lainnya yang belum diampuni yaitu “X-Men Origins: Wolverine” dan “The Wolverine” dengan membuatnya dengan penuh kehancuran. Terutama yang “X-Men Origins: Wolverine”. ‘I HATE YOU FOR WHAT YOU DID TO OUR BELOVED DEADPOOL!!’. Jangan lupakan juga bagaimana Fox membuat kehancuran di “Fantastic Four” dan “Fantastic 4: Rise of the Silver Surfer”. ‘Ya tuhaaan kok cerita yang “Fantastic 4: Rise of the Silver Surfer” kayak gitu amat sih Fox.

3. Hanya Marvel yang tahu bagaimana Spider-Man diperlakukan dengan baik.

Baiklah saya jujur, argumen di bawah ini sangatlah spekulatif tapi ini semua demi kembalinya Spider-Man ke pangkuan Marvel. Haha~sigh. Saya katakan bahwa tidak semua film-film superhero buatan Marvel itu bagus, maka tidak ada jaminan kalau Spider-Man di tangan Marvel nantinya juga akan menjadi baik. Simak bagaimana kacaunya Marvel membuat “Iron Man 2″ dan ” Iron Man 3″, juga bagaimana flat-nya storyline dalam film “Thor” dan “Thor: The Dark World” (‘THANK GOD, Loki is in there’) serta lihat bagaimana Marvel membuat “Captain America: The First Avenger” yang biasa sekali.

Jujur saya katakan, saat ini ketika menunggu film buatan Marvel diputar di bioskop, saya akan sangat excited namun ketika menonton filmnya malah biasa saja dan kadang kecewa, tapi ada hal yang saya tunggu dan selalu bikin deg-degan adalah ketika bagian setelah after credits scene. Entah kenapa selalu gembira lihat sesuatu ditampilkan oleh Marvel tentang kelanjutan pada “Marvel Cinematic Universe”-nya setiap akhir credits scene.

Berdasarkan hal di atas, saya menaruh kecurigaan jangan-jangan Marvel hanya membuat jalinan film solo superhero-nya hanya untuk berujung pada pamungkasnya yaitu The Avengers yang selalu mengakhiri setiap fase dalam “Marvel Cinematic Universe”. Marvel seperti bodo amat mau film solo superhero-nya hancur yang penting benang merah ke The Avengers terjalin baik. Hal ini Seperti menonton “Girls’ Generations” atau “JKT48” jadinya, kalau nonton Taeyeon bernyanyi solo di panggung Girls’ Generations tentulah aneh sama seperti melihat Melody tanpa member lainnya kemudian joget-joget sendirian tentulah tidak begitu menarik para Wota kan?! Itulah yang saya rasakan pada film-film Marvel saat ini, solo superhero terkesan biasa saja namun ketika superhero tersebut dikelompokan menjadi satu (The Avengers) menjadi sangatlah luar biasa.

Meskipun saya pesimis namun tidak sedikit film solo superhero Marvel yang sangat baik seperti “Iron Man” dan “The Incredible Hulk”, di titik inilah kemudian saya melihat cahaya harapan kalau Spider-Man apabila dikembalikan ke Marvel bisa digarap dengan baik. Akhir-akhir ini juga, Marvel juga sudah menuju arah yang lebih baik dari sebelumnya, yaitu dengan membuat “Captain America: The Winter Soldier” dan “Guardians of the Galaxy” yang mendapat pujian dari kritikus dan sukses secara finansial.

4. Tidak jelasnya kelanjutan project The Amazing Spider-Man di Sony.

Ada salah satu hal yang mengganjal, mengapa banyak sekali spekulasi tentang film “The Amazing Spider-Man 3”. Sampai artikel ini ditulis, “The Amazing Spider-Man 3” masih berbentuk rumor di sisi pemeran Spider-Man yaitu Andrew Garfield. Meski begitu “The Amazing Spider-Man 3” akan dijadwalkan rilis pada tahun 2018. Dengan masih rumornya pemeran Spider-Man ini bisa bisa jadi ini batal dirilis atau Sony memilih penunundaan.

Saya mengerti sangat sulit ikut bertanding dalam kompetisi antara DC vs Marvel antara tahun 2015 – 2020 karena dua studio itu sudah mempersiapkan beragam macam film solo Superhero-nya. Marvel akan sibuk dengan “Marvel Cinematic Universe” fase ke 3 dan DC akan membuat “Justice League”. Tentu saja ini membuat ketar ketir Sony dan sepertinya tidak menjadi pede dengan project “The Amazing Spider-Man” miliknya. Fox masih tidak perlu khawatir karena Fox memiliki harapan meski tipis di reboot “Fantastic Four” dan banyak keyakinan dengan “X-Men: Apocalypse”.

Ketidakpedean Sony juga terlihat dengan tidak jelasnya status film nemesis Spider-Man yaitu “Venom”. Memang, Sony telah memilih Alex Kurtzman ‘#menolaklupa busuknya The Amazing Spider-Man 2’ di kursi sutradara tapi tidak ada update lanjutan tentang film spin-off ini. Di sisi lain, Sony memiliki harapan ketika mereka mengumumkan “The Sinister Six” (film tentang berkumpulnya musuh-musuh Spider-Man dan membuat kelompok bernama Sinister Six). Namun, saat ini Sony pantas khawatir karena antusias penonton yang biasa saja kepada film Sinister Six.

Sangat berbeda dengan DC dan Marvel yang langsung dengan percaya diri mengumumkan jadwal film-film mereka dan merilis foto serta aktor yang akan bermain di filmnya, Sony terkesan sangat “misterius” atau bisa dibilang setengah yakin dengan project “The Amazing Spider-Man” milik mereka. Saya mengerti apabila yang Sony lakukan adalah ujungnya mempertemukan Spider-Man dengan Sinister Six seperti halnya The Avengers berujung pada Thanos dalam “Infinity Wars” dan The Justice League yang katanya akan melawan Darkseid atau Doomsday namun, dengan ketidakjelasan project “The Amazing Spider-Man” maka Sony sudah kalah langkah bahkan mungkin sudah kalah telak dengan DC dan Marvel karena pusat perhatian pada film-film superhero sudah menjadi milik Marvel dan DC dalam 5 tahun kedepan.

Penutup dan Kesimpulan

Dengan alasan-alasan di atas, saya memohon kepada Sony agar Spider-Man segera dikembalikan ke Marvel. Saya bukan fans Spider-Man tapi saya ingin melihat Spider-Man dengan lebih baik lagi daripada sebelumnya dan juga melihat Spider-Man berkumpul bersama dengan The Avengers. Kalau tidak bisa dikembalikan, mohonlah dipinjamkan dahulu demi kepentingan “Captain America: Civil War” dan “Infinity War” nanti.

Buat Fox, awas kalo “The Fantastic Four” hancur, saya akan menyuruh kembalikan Fantastic Four kepada Marvel juga seperti yang saya lakukan kepada Sony dalam Spider-Man. Apalagi The Avengers akan perang antar luar angkasa dan ada Guardians of The Galaxy di dalamnya. Akan sangat sayang kalo Fantastic Four yang juga suka mengambil tema ruang angkasa untuk tidak joint fight melawan Thanos di “Infinity Wars”.

Karena permintaan maaf untuk sebuah kesalahan hanyalah sekali. Fox sudah meminta maaf melalui “X-Men: First Class” dan “X-Men: Days of Future Past” sementara Sony melakukan kesalahan lagi dengan project “The Amazing Spider-Man”-nya maka kembalikan Spider-Man SEKARANG!

PS: ‘I blame Brett Ratner for making “X-Men: The Last stand”. andddd I hate you  Marc Webb (back to your drama movie now!!), Roberto Orci and Alex Kurtzman (back to the Enterprise please, Captain Kirk need you now!!!) for make such a lame story in “The Amazing Spider-Man 2”.

Advertisements

8 thoughts on “Segera Kembalikan Spider-Man kepada Marvel”

  1. Sebenernya X-men first class secara timeline ancur banget. Tapi ketolong sama cerita+akting magneto,prof x sama mystique muda. Untung FOX bisa memperbaiki lewat DoFP yg sukses besar. *All hail Bryan Singer*
    Dan btw,Saya punya firasat yang sangat kuat kalo F4 yg baru akan sangat FAIL. Kyknya FOX cuma asal bikin film supaya license F4 tetep sama mereka. Alasannya:
    1) Castnya ngaco. Human torch is black people. (Ngga bermaksud rasis,but really FOX?)
    2) Origin Doctor Doom di film diacak-acak sama FOX. Yg aslinya Victor von Doom,ilmuwan jenius jadi hacker komputer bernama Victor Domashev. (hopeless kayaknya)
    3) Ga ada gaungnya. Belum ada foto/trailer/teaser sama sekali (padahal taun ini rilis)

    Like

    1. Semua karena Bryan Singer yang mengubah semuanya ya. Sayapun juga menunggu Apocalypse nih sebagai penutup seri X-Men muda ini.

      Nah iya, itu F4 aduhhhh ancur banget dari cast, belum ada bocoran poster, gak ada di comic con tahun lalu. Iya kok si Doom malah jadi Hacker komputer ya kacau emang udah Fantastic four ini pasti.

      Like

  2. Ada blog movienya ombim ya ? *Langsung follow.
    Aku lebih suka Spiderman jaman Tobey. Nda suka yang sekarang ini, kebanyakan menyek2nya… Iya balikin ke Marvel aja 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s