Taken 3: Bryan Mills Takes His Revenge

Poster Taken 3. Credits: liveforfilm.com

Judul film: Taken

Sutradara: Luc Beeson

Genre: Action. Crime.Thriller

Release date: 9 Januari 2015

Theater: XX1. Cinemaxx. Blitzmegaplex.

“I don’t know who you are. I don’t know what you want. If you are looking for ransom, I can tell you I don’t have money. But what I do have are a very particular set of skills, skills I have acquired over a very long career. Skills that make me a nightmare for people like you. If you let my daughter go now, that’ll be the end of it. I will not look for you, I will not pursue you. But if you don’t, I will look for you, I will find you, and I will kill you – Bryan Mills”

Kadang saya bingung, mengapa ada penjahat yang berani berurusan dengan seorang Liam Neeson. Apakah mereka tidak tahu kalau Liam Neeson adalah gurunya Batman dan Darth Vader? bahkan sempat menjadi Tuhan di dalam seri Narnia yaitu Aslan.

Sudah dua kali (Taken 1 dan 2), penjahat-penjahat ini mencoba untuk berurusan dengan Liam Neeson (Bryan Mills), harusnya dengan reputasi sekaliber Bryan Mills yaitu anggota CIA, membuat penjahat-penjahat ini berpikir ulang untuk messing up with him, eh tapi malah diulang lagi. Penjahat-penjahat ini harusnya sadar siapa yang mereka ajak menjadi lawan. Taken 1, Kim Mills (anak Bryan Mills) diculik oleh penjahat dan Bryan Mills sukses menyelamatkan putrinya. Taken 2, penjahatnya berubah pikiran tapi kali ini lebih gila yaitu menculik Bryan Mills dan mantan istrinya, Lenore (Famke Janssen) ketika jalan-jalan ke Paris, Perancis, hasilnya ya Bryan Mills mengamuk dan menghancurkan siapapun yang mencoba berurusan dengannya.

Urusan culik-menculik tidak menjadi tema kali ini, mungkin penjahatnya telah sadar karena berurusan dengan Bryan Mills, melainkan dengan cara membuat perangkap kepada Bryan Mills. Bryan Mills yang masih menjalin affair dengan mantan istrinya Lenore menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan mantan istrinya tersebut. Padahal ia tidak pernah membunuh mantan istrinya tersebut. Sadar dirinya masuk dalam perangkap, Bryan Mills berusaha membuktikan dengan mengejar pelaku yang sebenarnya. Bryan Mills juga harus menghindari kejaran polisi yang dipimpin oleh Franck Dotzler (Forest Whitaker) yang ingin menangkap Bryan Mills karena tuduhan pembunuhan mantan istrinya tersebut.

Mills and Kim in Taken 3 scene. Credits: Foxmovies.com

Taken 3 memiliki cerita yang sangat sederhana khas film action. Tidak usah terlalu pusing dengan ceritanya, cukup nikmati suguhan Bryan Mills kicks the bad-people-ass. Taken 3 juga mengubah tema cerita dari menyelamatkan seseorang menjadi ajang balas dendam dibuat untuk menghindari kebosanan tema dalam seri Taken. Dari segi cerita memang ada perubahan namun tidak membuat Taken 3 kehilangan benang merah antar serinya bahkan terjarut dengan baik. Jangan lupakan ada twist yang membuat kaget penonton di scene menjelang akhir. Sebuah penjelasan yang cukup mengagetkan dan mengubah arah cerita di Taken 3.

Secara objektif, Taken 1 adalah sebuah masterpiece, dari segi action sangat luar biasa karena intensitas actionnya yang sangat seru di filmnya. Namun, Taken 3 mulai terlihat aneh dan tidak masuk akal, salah satunya adalah ketika mobil Bryan Mills didorong hingga masuk jurang dan kemudian meledak, saya mempertanyakan bagaimana caranya Bryan Mills bisa lolos dari hal itu, meskipun dijelaskan di filmnya namun masih terasa tidak masuk akal. Kemudian saya sadar, ah dia kan Liam Neeson yang keren itu. Haha. Baiklah, untuk menutup kerennya Liam Neeson agar tidak selalu terlihat incredible digunakanlah teman-temannya yang ahli gadget canggih, semata-mata agar membuat Liam Neeson seperti “manusia” pada umumnya yang butuh teman di kala susah.

Mills vs Dotzler in Taken 3. credits: usatoday.com

Hal yang menarik lainnya di film Taken 3 adalah membuat lawan terlihat menarik. Saya tidak akan berbicara penjahat yang formulanya mulai rada basi di film action Hollywood yaitu menggunakan penjahat eks tentara Uni-Soviet yang digambarkan kejam namun matinya gampang. Tapi saya menitikberatkan kepada lawan Liam Neeson yang sebenarnya yaitu Franck Dotzler si polisi pintar yang selalu sukses menebak arah dan tujuan serta jalan pikiran Bryan Mills. Ketika melihat peran polisi pintar ini diperankan oleh Forest Whitaker langsung terbayang serial Spin-off TV Criminal Minds: Suspect Behavior dimana Forest Whitaker menjadi polisi pintar juga untuk menangkap penjahat. Sepertinya, Forest Whitaker memang dilahirkan untuk menjalani peran sebagai polisi pintar. Adu pintar dan strategi Bryan Mills v Franck Dotzler inilah yang membuat Taken 3 menarik.

Sejak rilis awal Januari, Taken 3 sukses menggeser The Hobbit: Battle of Five Armies di box-office Amerika Serikat. Penonton sepertinya masih menikmati Taken 3 dan masih menunggu  aksi Bryan Mills membantai musuh-musuhnya.

Secara keseluruhan, Taken 3 adalah film yang cukup lumayan untuk dinikmati tanpa harus berpikir logika yang ada. Nikmati bagaimana Bryan Mills mengalahkan musuh-musuhnya dengan senjata sederhana, skill bela diri yang mumpuni dan kecerdikannya membangun strategi untuk membalaskan dendam.

Score: 7 of 10.

PS: Never mess with Liam Neeson. Just don’t. I just warned you. Never.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s