Film Rekomendasi Maret 2015

Bulan Maret masih termasuk Oscars season di Indonesia karena ada beberapa film nominasi Oscars yang menghampiri bioskop Indonesia seperti Whiplash (2014) dan American Sniper (2014). Tapi tidak hanya film Oscars, beberapa film baru dijadwalkan untuk masuk dan layak untuk ditonton, misalnya seperti Chappie (2015) karya Neil Blomkamp, Insurgent (2015) dan film duet Will Smith dan Margot Robbie yaitu Focus (2015). Film Indonesia, kalau melihat jadwal yang ada di bulan Maret kemungkinan hanya film Kampung Zombie yang cukup menarik karena untuk pertama kalinya ada film tentang Zombie buatan Indonesia.

Lihat list lengkapnya di bawah ini.

Continue reading Film Rekomendasi Maret 2015

Advertisements

And The Oscars 2015 Goes To..

oscars winners
Wall street Journal, Entertainment Weekly, Mashable ‘s Twitter Account.

Pemberian penghargaan untuk para sineas film melalui piala Oscars 2015 telah selesai. Beberapa hal menarik terjadi di sini seperti; penampilan host Oscars-Neil Patrick Harris yang hadir dengan hanya mengenakan celana dalam dan winning speech yang disuarakan oleh Patricia Arquette tentang hak-hak wanita. Seperti biasanya, beberapa kejutan terjadi di Oscars seperti kemenangan Big Hero 6 pada nominasi “best animated feature” dan Whiplash yang mendapat tiga penghargaan. Birdman dan The Grand Budapest Hotel adalah juara Oscars tahun 2015 karena sukses memborong 4 piala Oscars.

Lihat list selengkapnya di bawah ini.

Continue reading And The Oscars 2015 Goes To..

Kapan Kawin? : Jawaban Untuk Para Jomblo

legacypictures.co.id

Judul film: Kapan Kawin?

Sutradara: Ody C. Harahap

Genre: Romance and Comedy

Release date: 12 Februari 2015

Theater: XXI, Blitzmegaplex dan Cinemaxx

Saat ini di Indonesia, ada dua jenis pertanyaan yang dibenci oleh kebanyakan orang. Pertama, pertanyaan “agama kamu apa?” dan kedua, pertanyaan “kapan kawin?”. Entah mengapa orang Indonesia menyukai hal-hal yang sangat personal dari diri seseorang ketika menanyakan pertanyaan – pertanyaan tersebut. Padahal sebenarnya “mau agamanya apa” dan “kawinnya kapan” itu adalah urusan masing-masing individu. Suka ikut bertanya dan ingin tahu urusan orang lain itu sifat manusia Indonesia sekali, hal itu juga terlihat dengan lakunya tayangan infotainment di televisi Indonesia.

Pertanyaan “kapan kawin?” sangat relevan untuk manusia perkotaan di Indonesia, kesibukan mengejar karir dan pendidikan menjadi prioritas mengapa menikah tidak menjadi suatu hal yang mendesak di dunia modern perkotaan. Saat ini, untuk orang perkotaan, menikah tidak menjadi goal dalam hidup karena orang-orang ini mau terlebih dahulu membahagiakan diri mereka dengan pencapaian-pencapaian baik dalam karir maupun pendidikan. Pencapaian-pencapaian inilah yang tidak pernah dilihat (baca: tidak dimengerti) oleh orang-orang yang selalu menyindir orang-orang yang memilih untuk belum menikah. Para penyindir para jomblo (single person) dan bahkan tragisnya membuat orang yang jomblo itu adalah sesorang yang hina. Bahkan ada pemuka agama ada yang menjual pernikahan semata-mata hanya untuk Tuhan dan agama, tanpa memikirkan kebahagiaan individu itu sendiri. Bahkan para pemuka agama ini menyarankan untuk menikah semuda mungkin, padahal mungkin saja orang-orang yang memilih untuk belum menikah, masih ingin mencapai goal dalam hidup mereka  tapi ironisnya para jomblo ini sudah mendapat tekanan-tekanan seperti ini. Sangat tidak adil.

Berkat pertanyaan menyebalkan “kapan kawin?” yang menyebalkan ini, hadirlah sebuah film yang mengambil fenomena dari pertanyaan itu, lengkap dengan segala intriknya yang diberi judul Kapan Kawin?

Continue reading Kapan Kawin? : Jawaban Untuk Para Jomblo

Sebelas Penonton Paling Menyebalkan Di Bioskop

Penonton Menyebalkan

Bagi seorang pecinta film, kegiatan menonton film adalah sesuatu yang sangat sakral karena bagi saya, film adalah tempat keajaiban-keajaiban terjadi. Kesakralan menonton film bioskop ini sesuai kata-kata dari Joni si pengantar roll film dari film Janji Joni (2005) yang mengatakan “film adalah anugerah seni terbesar yang pernah dimiliki manusia”. Tapi saat ini, Joni akan sangat kecewa kalau melihat masih banyak penonton film yang ugal-ugalan selama menonton film.

Perilaku manusia memang sangat susah untuk diatur, oleh karena itu dibuatlah aturan dan norma agar timbul sebuah keteraturan. Hal itulah yang dilakukan pihak bioskop sebelum memutar filmnya. aturan-aturan itu seperti; tidak mengobrol, tidak merokok, tidak menaikan kaki dll. Meskipun aturan telah dibuat tapi masih saja kita melihat ada penonton yang melakukan hal yang menyebalkan dan menyalahi tersebut.

Berdasarkan kegelisahan saya yang selama menonton film di bioskop selalu terjadi hal-hal yang menyebalkan, akhirnya saya memberanikan diri untuk membuat list penonton yang menyebalkan ini. Kalau kalian adalah salah satu dari penonton yang ada di bawah ini di mohon untuk segera berubah.

Continue reading Sebelas Penonton Paling Menyebalkan Di Bioskop

Kingsman: The Secret Service: Romance of James Bond Movie

pop-break.com

Judul film: Kingsman: The Secret Service

Sutradara: Matthew Vaughn

Genre: Action, Adventure dan Comedy

Release date: 11 Februari 2015

Theater: XXI, Blitzmegaplex dan Cinemaxx

Menonton film-film yang berkaitan dengan dunia mata-mata (spy) akan selalu teringat dengan sosok ganteng, elegan, playboy dan memiliki gadget canggih bernama James Bond. Sejak direboot ulang pada film Casino Royale (2006), sosok James Bond berubah total, ia tidak ganteng, tidak elegan, hanya mencintai satu wanita bernama Vesper Lynd dan hanya punya gadget seadanya. Perubahan total Bond ini adalah akibat dari kesuksesan film trilogi Jason Bourne (2002-2007), yang punya kesamaan seperti Bond franchise yaitu tentang bercerita tentang spy, tapi Bourne memiliki karakter yang sangat berbeda seperti Bond aslinya karena Bourne sangat mirip dengan Bond yang diperankan oleh Daniel Craig. Karena kesuksesan Bourne inilah, membuat franchise Bond melakukan perubahan besar dan dibuat mirip dengan karakter Bourne dan ini seperti menjawab tantangan film spy zaman sekarang yang “harus” seperti Bourne.

Penonton banyak melakukan protes keras pada perubahan karakter Bond saat ini, karena Bond memiliki citra dan karakternya sendiri bukan harus menjadi seperti Bourne. Penonton yang kangen dengan sosok Bond sebelum Craig diendus oleh Matthew Vaughn selaku sutradara Kingsman: The Secret Service (selanjutnya disebut Kingsman) untuk membuat film dengan nuansa dan karakter seperti Bond sebelum Casino Royale. Mampukah Vaugh melakukan hal itu?

Continue reading Kingsman: The Secret Service: Romance of James Bond Movie

Project Almanac: Not Really a Science Fiction Movie

culthub.com

Judul film: Project Almanac

Sutradara: Dean Israelite

Genre: Science-Fiction  dan Thriller

Release date: 30 Januari 2015

Theater: XXI, Blitzmegaplex dan Cinemaxx

Sebelum memulai, baiknya saya jelaskan sedikit perbedaan dari genre Fantasy dan genre Science Fiction. Perbedaan yang cukup jelas antara dua genre tersebut adalah tentang kemungkinan. Kalau film ber-genre Fantasy sudah pasti tidak mungkin terjadi ataupun dilakukan oleh manusia. Tapi kalau Science Fiction, segala apa yang terjadi di film masih mungkin dilakukan oleh manusia.

Akhir-akhir ini banyak penonton menyukai hal-hal berbau Science di film yang mereka tonton. Tidak sedikit yang membicarakan hingga berdebat “mengapa bisa begini?” “mengapa bisa begitu?” di film-film ber-genre Science Fiction. Film-film Science Fiction yang sukses jadi pembicaraan itu seperti; Looper (2012), Inception (2010), Predestination (2014), Interstellar (2014) dll. Ketertarikan orang-orang awan untuk mengerti hal-hal berbau Science Fiction saat ini dilirik oleh sutradara sebesar Michael Bay, yang kemudian menjadi produser dari film Project Almanac. Pertanyaan besarnya adalah mampukah Bay membuat Project Almanac menjadi film ber-genre Science Fiction yang mampu jadi pembicaraan seperti film-film di atas? Coba kita lihat. Continue reading Project Almanac: Not Really a Science Fiction Movie

Spider-Man telah kembali ke Marvel

marvel.com

Satu bulan lalu saya membuat sebuah tulisan mengapa Spider-Man harus kembali kepada Marvel (silakan baca: segera kembalikan Spider-Man kepada Marvel). Pada hari ini, Marvel mengumumkan kepada publik bahwa Pihak Sony dan Marvel sudah menemui kata sepakat dan sebuah jalan tengah untuk film Spider-Man dan juga untuk kehadiran Spider-Man di Marvel Cinematic Universe. Seperti apa deal Sony dan Marvel? Coba kita lihat.

Continue reading Spider-Man telah kembali ke Marvel

Nada Untuk Asa: Berani Untuk Hidup

21cineplex.com

Judul film: Nada Untuk Asa

Sutradara: Charles Gozali

Genre: Drama

Release date: 5 Februari 2015

Theater: XXI, Blitzmegaplex dan Cinemaxx

HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia dan sampai saat ini belum ditemukan obat yang menyembuhkannya secara permanen. Oleh karena itu penyakit ini sungguh sangat berbahaya dan mematikan. UNAIDS (joint programme persatuan bangsa-bangsa untuk penyakit HIV/AIDS) menyatakan kalau Indonesia sendiri adalah salah satu negara yang penyebaran epidemi penyakit HIV/AIDS-nya sangat tinggi. Berdasarkan data UNAIDS, pada tahun 2010 sebanyak 5 juta penduduk Indonesia menderita penyakit mematikan ini dan gawatnya, hanya 5-10 persen penderita penyakit HIV/AIDS di Indonesia yang benar-benar memeriksakan penyakitnya dan kemudian berusaha menjalani perawatan untuk penyembuhan.

Berangkat dari isu penyakit HIV/AIDS yang sangat mematikan di Indonesia ini, beberapa film Indonesia dibuat dengan tema tentang penyakit mematikan tersebut. Kisah tentang para penderita penyakit HIV/AIDS itu seperti Mika (2013) dan Cinta dari Wamena (2013). Setelah dua film tersebut, pada awal tahun 2015, dibuatlah film yang berjudul Nada untuk Asa yang digarap oleh Charles Gozali yang menggunakan tema yang sama seperti dua film di atas.

Well, sejujurnya saya sendiri sudah bosan dan muak dengan film-film Indonesia yang menggunakan penyakit sebagai tema ceritanya tapi Nada Untuk Asa menawarkan hal yang sangat baru bagi saya. Seperti apa hal baru tersebut?

Continue reading Nada Untuk Asa: Berani Untuk Hidup

Foxcatcher: Pride, Glory and Recognition

badassdigest.com

Judul film: Foxcatcher

Sutradara: Bennett Miller

Genre: Biography, Drama, Sport

Release date: 28 Januari 2015 (Indonesia)

Theater: Blitzmegaplex dan Cinemaxx

A coach is the father. A coach is a mentor. A coach has great power on athlete’s life. (Foxcatcher)

Apa yang kalian ketahui tentang gulat? Mungkin bagi kebanyakan orang Indonesia akan menjawab; gulat adalah smekdon. Yah smekdon selalu diasosiasikan sebagai gulat di Indonesia. smekdon atau kemudian saya akan sebut sebagai WWE (World Wrestling Entertainment) sudah mendapat cap negatif di Indonesia karena banyaknya anak-anak yang meninggal karena bermain gulat ala WWE ini. Bahkan ketika WWE sudah tidak beredar secara luas di Indonesia, beberapa media di Indonesia masih menggunakan kata smekdon sebagai asosiasi ketika ada anak kecil yang meninggal karena berantem sama temannya.

WWE sendiri memang benar sebuah program acara gulat tapi tidak beneran juga bertarungnya seperti UFC (The Ultimate Fighting Championship) karena WWE menggunakan script dimana setiap hasil dan gerakan gulatnya sudah diatur. Banyak pegulat WWE yang mengawali karirnya sebagai seorang pegulat tradisional seperti Kurt Angle dan Jack Swagger. Bahkan Kurt Angle adalah peraih medali emas untuk cabang gulat pada olimpide Atlanta tahun 1996.

Salah satu orang yang melatih Kurt Angle adalah Dave Schultz. Seorang pelatih gulat profesional di Amerika Serikat yang bergabung dan melatih pegulat-pegulat Amerika Serikat di Team Foxcatcher Wrestling. Kisah tentang Team Foxcather Wrestling dibuat dengan judul Foxcatcher dan masuk menjadi nominasi oscars pada tahun 2015. Mampukah Foxcatcher mengikuti jejak “Jerry Maguire” (2006), “Million Dollar Baby” (2004), “Rocky” (1976), “The Blind Side” (2009) yang menyabet banyak penghargaan di Oscars? Kita lihat saja.

Continue reading Foxcatcher: Pride, Glory and Recognition

Pembahasan Trailer Fantastic Four

Fantastic_Four_2015_poster

Trailer film superhero paling misterius tahun 2015 yaitu Fantastic Four, baru saja dirilis oleh Fox. Fantastic Four disebut misterius karena sejak diumumkan akan dibuat reboot-nya, Fox sangat pelit untuk berbagi kepada publik mengenai Film Fantastic Four ini. Bahkan Fox tidak memberi spot untuk Fantastic Four ketika Comic-Con di San Diego tahun 2014 lalu. Sikap misterius Fox ini terjawab ketika pada akhirnya Fox mengeluarkan Trailer Fantastic Four ke publik.

Bersamaan dengan keluarnya trailer Fantastic Four tersebut, sutradara Fantastic Four yaitu Josh Trank menjawab mengapa Fantastic Four begitu misterius. Trank menjawab bahwa ia ingin penonton menikmati Fantastic Four tanpa langsung menghakimi sejak awal, ia tidak ingin Fantastic Four mendapat underestimate atau bahkan high expected dari penonton. Trank tidak salah dalam hal ini, karena publik sudah cukup kesal akibat banyak yang berubah dari origins Fantastic Four sendiri seperti karakter Human Torch (Michael B. Jordan) yang berkulit hitam. Pertanyaannya sekarang mampukah Trank membuktikan kepada penonton bahwa Fantastic Four buatannya benar – benar Fantastic dan mengubah segala macam kritik yang dialamatkan kepadanya? Sebelum menonton Fantastic Four, mari kita bedah dulu Fantastic Four dari trailer-nya.

Continue reading Pembahasan Trailer Fantastic Four

Your Favorite Movie Blog